13724970_10207162552523533_6754036127434198504_o
IMG_4083_edit

Nelis Hernahadini: “Ayah itu ibarat rumah buat Ibu!”

IMG_4083_edit

Hari ini, bagi kebanyakan orang mungkin adalah hari biasa, bukan hari libur nasional, bukan pula hari peringatan acara keagamaan tertentu, kebanyakan melakukan aktivitas seperti hari-hari kemarin.

Tapi hari ini memiliki makna berbeda untuk saya dan istri, iya tepat 2 tahun yang lalu, pada tanggal yang sama 6 oktober 2013, saya mengucapkan janji setia yang menjadikan saya dan istri hingga detik ini tinggal satu atap.

Ada manis, ada asam, ada pahit, persis seperti permen Nano-Nano. Tapi itu semua ibarat bumbu dapur yang melezatkan setiap harinya bersama istri saya.

Ingin menulis panjang tapi istri saya sudah tau isi kepala saya, gampang sekali bagi istri saya untuk menebak isi kepala saya, namun berbeda bagi saya, sulit untuk menebak isi kepala istri saya, ini mungkin perasaan yang dialami banyak lelaki ketika mencoba untuk memahami pola pikir wanita. Rumit.

Namun ditengah segala kerumitan dalam memahami istri saya selama 2 tahun ini, saya selalu mencoba, mencoba untuk memahami, mengerti apa maunya istri saya, yang sabar ya sayang, suamimu ini selalu senantiasa mencoba dan mencoba, sabar ya, jika kadang suamimu ini lelet dalam memahami.

Semalam kami berbincang sebelum tidur, sedikit nostalgia mengenang detik-detik menjelang hari dimana kami menikah 2 tahun yang lalu, setelah berbincang kesana kemari, istri saya bertanya,

“Ayah, ibu itu buat ayah seperti apa?”

“Ibu itu ya istri, ya teman, tempat ayah berbagi segalanya, dengan orang tua ayah sendiri ada hal yang mungkin ayah sembunyikan namun dengan ibu tidak ada yang ayah sembunyikan” 

Kira-kira gitu jawab saya semalam, agak gombal gimana gitu. Giliran saya yang bertanya

“Kalau ayah buat ibu seperti apa?”

“Ayah buat ibu itu seperti rumah, yang melindungi, kemanapun ibu pergi ujungnya balik lagi ke rumah, tapi kadang klo lagi bosen di rumah, keluar rumah juga bentar, hehehe”

Jawab istri saya sambil menyungingkan bibirnya.

Ah khawatir kepanjangan, istri saya ga suka baca tulisan saya klo kepanjangan, saya cukupkan dulu yang, untuk istri saya yang sholehah, Happy 2nd Anniversary. i love dear :-*

Oh iya kelupaan, di usia pernikahan kami yang baru 2 tahun ini, ada Nafisah yang menjadi menyejuk hati kami berdua, usianya memasuki bulan ke-15, sudah bisa berjalan, mulai jumpalitan di atas kasur, bikin istri saya kadang kerepotan. Semoga kami bisa mendidik kamu jadi anak yang sholehah nak. aamiin. Ayah dan ibu sayang Nafisah. :-*

10669008_10203831868416990_7991845627857180713_o

5024 - Copy

Antara Nafisah, Jilbab, & Pembiasaan

Hal termudah untuk membentuk karakter anak adalah dengan melakukan pembiasaan sedari kecil akan suatu hal, sehingga itu menjadi kebiasaan dan dari kebiasaan akan lahirkan karakter yang melekat dalam diri. Salah satunya adalah tentang jilbab.

Anak saya adalah seorang perempuan, mendidiknya pun harus sebagaimana seorang perempuan hidup menjalani hari-harinya kelak, salah satunya adalah dalam hal berpakian lebih khususnya tentang penggunaan jilbab.

Nafisah menggunakan jilbab pertama kali ketika usianya baru menginjak 1 minggu, ini jilbab pertama nafisah, jilbab merah pemberian Teh Memey, kakak sepupunya.

3944

Penggunaan ini jilbab ini bukan sekedar untuk lucu-lucuan, ini adalah pilihan hidup dan sebagai bentuk pembiasaan terhadap anak supaya kelak dewasa nanti tidak sulit baginya menerima bahwa berjilbab merupakan suatu kewajiban bagi perempuan untuk menutup aurat mereka.

Meski tidak sedikit sekarang ini yang berpandangan bahwa berjilbab bukanlah suatu kewajiban namun ia adalah budaya arab (tempat islam lahir) yang coba untuk dilegalkan menjadi bagian dari ajaran agama islam oleh orang-orang tertentu. Begitu pikir sebagian orang.

Namun saya lebih memilih untuk berada pada sisi orang yang mewajibkan penggunaan jilbab bagi perempuan, untuk anda yang tidak, silakan itu pilihan anda.

Awal mula penggunaan jilbab Nafisah memang agak risih, bentar-bentar di lepas atau di tarik karena tidak nyaman, tapi saya dan istri tetap berusaha membiasakan Nafisah untuk menggunakan jilbab terutama ketika akan pergi keluar rumah.

Hingga saat ini jilbab sudah menjadi “kode” tersendiri bagi nafisah, misal suatu waktu Ibunya menggunakan jilbab maka ia segera tau bahwa ia akan dibawa keluar rumah. Atau ketika Nafisah dikenakan jilbab ia juga tau bahwa ia akan di bawa pergi keluar rumah, dan alhamdulillah sekarang Nafisah bisa bertahan lama menggunakan jilbab, meski kadang klo sekiranya sudah gerah ia mulai menarik jilbabnya.

Intinya paling gampang dalam mendidik anak adalah pembiasaan sedari kecil, ingin anak rajin shalat yang biasakan orang tuanya ngajak anak shalat berjamaah, ingin anaknya menutup aurat ya biasakan sedari kecil untuk menutup aurat, insya allah semoga dengan pembiasaan ini berubah menjadi karakter yang melekat dalam diri.

780282-crazy-wallpapers-hd

Nambah Lagi Aksi Gila Pasca UN By Divine Production

Ada lagi muncul aksi “gila” pasca UN, ada EO yang bikin pesta bikini untuk melepas ketegangan selepas UN. “Gila” ini namanya.

Yang ikutan juga sepertinya gak kalah “gila” sama yang bikin acara.

gi·la 1 a sakit ingatan (kurang beres ingatannya); sakit jiwa (sarafnya terganggu atau pikirannya tidak normal): ia menjadi — krn menderita tekanan batin yg sangat berat; 2 a tidak biasa; tidak sebagaimana mestinya; berbuat yg bukan-bukan (tidak masuk akal): benar-benar — , masakan dia dapat melompat setinggi itu; 3 a cak terlalu; kurang ajar (dipakai sbg kata seru, kata afektif); ungkapan kagum (hebat); 4 v terlanda perasaan sangat suka (gemar, asyik, cinta, kasih sayang): ia — membaca buku roman; tidak sedang — asmara; 5 a tidak masuk akal: menurut pendapat mereka, ide itu adalah ide yg –;

Kalo ada yang ikutan nih acara bisa jadi karena menderita tekanan batin yang sangat kuat akibat UN kemarin. Makanya butuh refresing untuk melepas ketegangan.

Masih ingat beberapa waktu lalu ada pengerebekan terhadap pasangan-pasangan yang berbuat mesum disalah satu hotel, dengan alasan melepas ketegangan selepas UN.

Udah edan nih zaman, nih contoh party dari Divine Production.

Kolam renang, DJ, setengah telanjang, rokok/ganja, alkohol, ga tuh yang di isep dari pistol pistolan air apaan, bisa jadi mungkin sejenis alkohol yang dimasukin bukan air. Kira-kira abis dugem ria dan mabok pada ngapain ya???

IMG-20150316-WA0008

Menjadi Ayah

Sudut pandang ayah dan anak kadang berbeda, menurut ayah baik untuk anaknya namun kadang anak menganggap sebaliknya. Menurut ayah buruk untuk anaknya namun anak menganggapnya sebaliknya.

Sudah 9 bulan saya menjadi ayah dari seorang putri, dan ayah saya menjadi kakek dari seorang cucu perempuan.

Ditengah-tengah kebahagian menjadi seorang ayah selama 9 bulan ini, saya sedikit tau bagaimana perasaan ayah terhadap saya, saya mencoba merasakan perasaan ayah terhadap saya dengan bagaimana perasaan saya, seorang ayah, terhadap putri saya.

Hmmm…

Ada banyak yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tapi yang pasti seorang ayah akan selalu menyayangi anak-anaknya, meski kadang mereka tidak menunjukan rasa sayangnya di depan anak-anaknya.

Waktu kelas 2 SMP saya pernah membolos tidak mengaji, berangkat dari rumah ke mesjid namun malah ke tempat permainan Ding Dong. Ayah mengetahuinya, suatu waktu pulang dari ngaji sekitar ba’da isya (padahal dari Ding Dong) ayah saya langsung menarik saya, dan membantingnya ke atas tempat tidur hingga tempat tidurnya ambruk, saya menangis hingga akhirnya tertidur.

Belakangan ayah kemudian berani bercerita, kala itu selepas saya tertidur, ayah merasa bersalah, dielusnya kepala saya dengan penuh cinta, memperhatikan khawatir ada  luka pada badan saya.

Entah berapa banyak cerita yang saya tidak tahu tentang perasaan ayah terhadap saya, tapi yang pasti ayah sangat menyayangi saya, sebagaimana saya menyayangi putri saya.

10-setan-yang-membuat-manusia-jahat-men-50fe73

Ada Setan Di Antara Kita

KBBI memberi definisi setan sebagai roh jahat, yang selalu menggoda manusia untuk berlaku jahat.

Sedangkan al-qur’an memberikan sinyal bahwa setan bisa berbentuk manusia maupun jin, yang pasti setan itu ada di antara kita.

Setan ga pandang bulu dalam menggoda manusia, dari mulai ustadz hingga preman didekatinya.

Mulai dari orang nomor 1 negeri ini, presiden, hingga tukang becak yang sepanjang hari menanti penumpang untuk menggunakan jasanya.

Ia ada disekitar kita, meski kadang kita tidak menyadari keberadaannya disekitar kita.

Saat tidur, saat mandi, saat makan, saat berpakaian, saat mengendarai motor/mobil, saat bekerja, saat internetan, saat mengobrol, saat berjalan, ia hadir untuk menggoda kita.

Ia menjadi yang ketiga kala 2 orang beda jenis bukan mahram bersepakat untuk berduaan di kesepian.

Ia yang membisikan para siswa yang selesai UN, hingga akhirnya para remaja tanggung ini bersepakat untuk mengabiskan sisa hari di kamar hotel berdua dengan pasangan lawan jenisnya.

Ia yang membisikan para pejabat kaya raya untuk menambah kekayaannya dengan jalan korupsi.

Ia yang membisikan seorang suami untuk kasar terhadap istri dan anaknya, menelantarkan mereka, dan berselingkuh dengan wanita lain.

Ia yang membisikan seorang istri untuk durhaka kepada suaminya, lantaran belum mampu untuk menghadiahkan sebuah cincin berlian kesukaannya.

Ia yang hadir dalam setiap desahan nafas kita, mengalir dalam aliran darah kita, membayang dalam pikiran-pikiran kita, berharap kita lengah, dan ia mulai melancarkan godaannya untuk membuat kita tergelincir.

Audzubillah himinasyaitonirrajim

1728360taman-super-hero780x390

Superhero Di Taman Superhero Bandung

Jum’at sore, bel tanda waktu menunjukan pukul 5 sore berbunyi, artinya karyawan diperbolehkan untuk meninggalkan pekerjaannya dan kembali ke rumah tercinta, terkecuali bagi mereka yang lembur.

Hari jum’at memang selalu dinanti oleh setiap karyawan, termasuk saya didalamnya yang selalu menanti datangnya hari jum’at karena besok dan lusa (sabtu dan minggu) ada hari dimana saya bisa berkumpul dengan anak dan istri seharian.

Keluar kantor, menuju tempat parkir, segera saya memacu motor untuk segera tiba di rumah. Belum lama motor saya meninggalkan kantor rintik-rintik hujan mulai turun, saya menepi untuk mengeluarkan jas hujan dibagasi motor.

Saya berhenti tepat disebelah Taman Superhero Bandung, salah satu tempat yang dirancang Pemerintah Kota Bandung sebagai ruang bersosialisasi dan interaksi masyarakat kota bandung.

Saya buka bagasi motor, mengeluarkan jas hujan, saya pake potongan celananya, kemudian dilanjutkan saya pake potongan bajunya.

Ketika saya akan naik motor untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah, dari arah belakang terdengar suara ricuh, saya menengok kebelakang, ternyata ada seorang bapak yang menarik baju seorang siswa SMA kemudian mendudukannya ditrotoar tepat dibelakang saya berhenti.

Ada apa pak?

Tanya saya, saya kita anak SMA yang sitarik si bapa itu coper atau apa, ternyata ketika saya tanya bapaknya bilang

Anak ini mesum pak, saya lihat tadi dia ciuman di taman

Menurut kesaksian si bapak, siswa SMA tersebut terlihat sedang berciuman ditempat umum dengan pacarnya, karena si siswa SMA masih tidak mengakui perbuatannya, siswa SMA tersebut mendapatkan tonjokan dari si bapak tepat di muka, saat itu belum banyak orang yang berkumpul.

Tak lama orang yang berkumpul semakin banyak dan kemudian mempertanyakan kenapa si bapak mukul anak SMA tesebut.

Pak, kenapa bapak pukul anak tadi, bapak memang ayahnya? saudaranya? ini kekerasan, polisi dekat dari sini kita urus di polisi.

Komentar salah seorang warga yang ikut menyaksikan, saya ikut berkomentar,

Pak, bapak ini mukul bukan tanpa alasan, itu anak ciuman di depan umum.

Bapak menimpali

Perempuannya memang anak bapak? Klo bukan dan mereka pacaran ya gapapa.

Saya tidak mengikuti sampai selesai kejadian tersebut, si bapak yang memukul tadi pergi menuju keluarganya yang sedang menunggu di parkiran, anak sma yang tadi juga entah menghilang kemana saya tidak memperhatikan, teman perempuan yang diduga berciuman dengan siswa SMA tadi, terlihat shock, dengan mata berkaca-kaca.

Mulai Permisifnya Masyarakat Kita

Ketika tau jika anak SMA yang ditarik si bapak tersebut melakukan aktivitas mesum, kemudian si bapak menariknya dan kemudian menonjok si anak saya cukup salut dengan aksi si bapak.

Di tengah krisis identitas masyarakat kita sekarang ini, masih ada orang yang peduli akan moral remaja, terlepas dari benar tidaknya si bapak memukul si anak tadi.

Yang cukup membuat saya mengerutkan dahi adalah respon orang terhadap apa yang si bapak saksikan degan apa yang si bapak lakukan, ketika si bapak mengaku menyaksikan kedua anak SMA tersebut berbuat mesum warga yang hadir kebanyakan tidak terlalu merespon.

Warga lebih merespon perlakuan si bapak yang menonjok si anak, dan bahkan ada salah satu warga yang hendak membawa kasusnya ke polisi, tanpa memperdulikan aktivitas mesum yang dilakukan oleh kedua siswa tersebut, dan sebagian menganggap selama mereka adalah pacaran itu adalah hal yang wajar. Gubrakk!!!!

Semoga kita senantiasa peka terhadap penyimpangan perilaku generasi remaja, dan menjaga mereka dari perbuatan-perbuatan tersebut. wallahu a’lam

IMG_20140129_063436

Cinta Datang Di Saat Yang Tepat

Perkara jodoh mungkin jadi permasalahan orang-orang yang masih sendiri alias jomblo. Meski tidak sedikit juga yang tidak terlalu menganggap kesendiriannya sebagai suatu masalah, enjoy saja dalam menjalani hari-hari.

Anda yang sendiri termasuk yang mana?

Lulus kuliah sudah, kerja sudah, bahkan berkali-kali pindah perusahaan, namun jodoh belum juga datang menghampiri, hampa rasanya hati ini tanpa ada tempat untuk berbagi.

Perasaan ini mungkin dirasakan oleh kebanyakan mereka yang sudah mapan secara materi, namun belum mapan secara hati, belahan hatinya masih setengah kosong, belum terisi oleh belahan pujaan hati.

Saya menikah di usia yang bisa dibilang telat, 26 tahun beberapa bulan, begitupun istri saya, kala menikah usia kami tidak berbeda jauh. Pembandingnya adalah orang tua saya, menikah pada usia 20-an tahun, pada usia 26 tahun mereka sudah mengendong bocah 5-6 tahun (saya).

Meski memang jika dilihat dari kesiapan mental dan materi, semakin kesini usia seseorang siap menikah semakin tua, jika dulu orang siap menikah pada usia belasan, maka sekarang usia orang siap menikah ada pada usia 25-an.

Mengutip perkataan ustd. M Fauzil Adhim, menurut beliau tidak masalah anda menikah pada usia berapa, yang terpenting anda tau bagaimana menjadikan ikatan pernikahan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Jadi buat anda yang masih sendiri, bersabarlah, cinta akan datang di saat yang tepat dan dengan orang yang tepat, tetap menjaga diri.

***

Buat yang mau dibantu persiapan penikahannya silakan hubungi aja Azzahra Wedding Organizer

SMS/WA : 0899-9709-528
BBM : 521A9F64

🙂

Manejemen Konflik Dalam Rumah Tangga

Konflik dalam rumah tangga adalah niscaya, rumah tangga tangga tanpa konflik ibarat seblak tanpa sambal. Konflik dibutuhkan, namun dalam kadar yang secukupnya, sama seperti sambal untuk seblak, porsi sambal yang pas akan membuat citarasa seblak menjadi makyoss (kata Pak Bonda).

Kebanyakan konflik membuat rumah tangga rentan dengan perpisahan, minim akan konflik bukannya tenang tapi bisa membuat rumah tangga kurang greget (kata Maddog). Sambal untuk seblak jika terlalu banyak bisa membuat perut melilit kesudahannya, jika kurang sambalnya, maka cita rasa pedas yang sudah identik dengan seblak pun hilang. Disini dibutuhkan sebuah manajemen konflik dalam rumah tangga.

Ada banyak penyebab konflik dalam rumah tangga, baik itu yang disebabkan oleh hal-hal sepele maupun oleh hal-hal besar dan penting. Semisal suami sepulang kerja yang menaruh tas kerja dimana saja, sederhana namun bisa membuat istri cemberut semalaman jika itu dikerjakan terus menerus dan sudah diingatkan namun tidak berubah.

Atau ketika suami pulang kerja, istri masih dalam keadaan kucel, belum mandi, padahal inginnya suami ia disambut sepulang kerja oleh istri dalam keadaan fresh, wangi, segar, tampil cantik tentunya. Suami mungkin bisa jadi tidak langsung menegur istri, tapi marahnya suami terlihat ketika malam tiba ia terlelap terlebih dahulu meninggalkan istri.

Dua contoh kasus diatas adalah hal-hal yang sepele, namun jika tidak dimenej dengan baik bisa membuat konflik menjadi berkepanjangan bahkan dapat memicu kepada konflik yang lebih besar.

Meredam Konflik

Berada dalam kondisi konflik itu memang tidak enak rasanya, muka cemberut ga karuan, di ajak ngombrol tidak membalas, bingung rasanya harus mulai dari mana untuk mencairkan suasana.

Sayang aku minta maaf!

Ucapkanlah maaf terlebih dahulu, jangan sungkan untuk meminta maaf terlebih dahulu kepada pasangan kita, karena meminta maaf bukan berarti kita salah, bisa jadi memang betul pasangan kita yang salah tapi mengucapkan terlebih dahulu maaf atas konflik yang terjadi bisa membuat suasan menjadi cair.

Selain maaf yang terucap, perkuat lagi keyakinan dalam diri bahwa setiap konflik yang ada dalam perjalan biduk rumah tangga kita adalah sebuah batu loncatan untuk membuat kualitas hubungan kita dengan pasangan menjadi lebih baik.

Keyakinan ini yang akan membuat kita bertahan atas setiap konflik yang terjadi, perjalanan hidup rumah tangga bukanlah jalan tol yang lurus-lurus saja, perjalan hidup rumah tangga adalah pendakian puncak gunung, yang kadang melewati hutan, menyebrangi sungai, meniti tebing, terjatuh, cape, tapi kita sadar bahwa untuk mencapai puncak gunung semua itu harus dilalui.